Senin, 05 Oktober 2015

Pengertian Dan Jenis Kelainan kulit kepala


Kelainan kulit kepala.

1.    Cutia Verticis Gyrata
      Kulit kepala berlipat-lipat sehingga menimbulkan gambaran seperti papan gilasan. Disebabkan karenan kulit kepala terlalu luas dan tebal. Ju jaringan ikatan di dawah kulit  sangat jarang, sehingga fiksasi kulit tidak sempurna.

2.    Dermatitis Seborrhoica
      Kelainan ini adalah peradangan  manahanu kulit, yang mulai di kepala, lalu meluas ke daerah alis, dahi,kelopak mata, lipatan antara hidung dan pipi, bibir, telingga, selanjutnya ke leher dan dada. Kulit menjadi merah dan tertutup sisik. Sisik-sisik ini dapat berlemak, basah atau kering. Pada bayi seringkali seluruh kulit kepala tertutup keropeng yang kotor dan tebal, terkenal sebagai sarap susu(cradle cap).

3.    Pityriasis Sicca atau sindap kering
     Jika dulu dianggap sebagai bentuk ringan dermatitis seborrhoico, kini para ahli berpendapat bahwa sindap kering terjadi karena pembentukan lapisan tanduk yang berlangsung terlampau cepat. Akibatnya adalah bahwa lapisan ini mengupas membentuk sisik.Jika keadakan demikian disertai pembuatan palit berlebihan, maka sisik akan menjadi berminyak. Kelainan ini sebagai pityriasis steatoides atau sinsap basah.

4.    Psoriasis
      Psoriasis adalah kelainan kulit menahun,yang ditandai dengan terjadinya bercak-bercak hyperkeratosis(pertandukan yang berlebihan), yang berwarna kelabu karena penumpukan zat tanduk. Sebabnya tidak diketahui. Sering kali dijumpai pada batas antara kulit dahi dan kulit kepala yang berambut, siku, lutut, batang badan. Senyawa-senyawa aniliin yang seringkali digunakan sebagai bahan cat rambut mempunyai pengaruh buruk terhadap kelainan ini.

5.    Tinea capitis atau kulit kepala
      Kelainan ini terjadi karena infeksi jamur. Biasanya juga batang-batang rambut setempat turut terlibat. Rambut-rambut ini mudah patah pada batas antara akar dan batang rambut. Maka terlihat kelainab kulit kepala, yang dibatasi secara jelas oleh bintil-bintil, bersisik, kotor, dengan ujung-ujung patahan rambut. Kadang-kadang disertai pernanahan. Bentuk demikian disebut tina capitis tipe kerion.

6.    Tinea favosa(favus)
      Kelainan ini terjadi karena infeksi jamur tertentu. Gejala yang sangat bmenyolok adalah terbentuknya keropeng-keropeng (crustae) yang menyerupai cangkir.  Keropeng demikian disebut”scutula”. Favus seringkali berakibat kebotakan permanen. Di Indonesia amat jarang dijumpai.

7.  Alopecia atau kebotakan
Kelainan ini adalah akibat kerontokan rambut. Kerontokan rambut dapat terjadi sewaktu masa telogen siklus pertumbuhan rambut atau dapat terjadi pada masa anagen siklus pertumbuhan rambut. 1. Kerontokan rambut telogen tanpak sebagai gugurnya rambut secara berlebihan. Kerontokan demikian umumnya jelas sebabnya maka disebut alopecia symptomatic(lihat dibawah).   2. Kerontokan rambut anagen terjadi karena aktivitas umbi rambut terhenti, misalnya karena pengaruh obat-obat sitostatik yang menghambat reproduksi sel.
Dikenal beberapa jenis alopecia:
a.    Alopecia symptomatica
Pada alopecia symptomatic terjadi kerontokan rambut secara mendadak dan merata setelah mengalami penyakit sistematik yang disertai demam tinggi, karena penyakit-penyakit menahun, setelah kehamilan, setelah mengalami reaksi alergi yang hebat, setelah mengalami goncangan jiwa,dan pada keadakan gizi yang buruk.kerontokan rambut secara berlebihan demikian terjadi karena kerusakan sementara papil rambut. Setelah papil rambut pulih rambut keadaanya, maka pertumbuhan rambut akan menjadi baik.
b.    Alopecia areata
Pada kelainan ini terdapat daerah atau daerah-daerah kulit kepala yang pitak.Daerah yang tidak berambut batasnya jelas, kulitnya tipis, bersih mengkilat, tanpa ujung patahan rambut. Sebab alopecia areata kadang-kadang jelas, tetapi kadang-kadang tidak diketahui. Ada kalanya kelainan ini sembuh, tetapi dapat juga memburuk, menjadi alopecia totalis. Nama lain untuk alopecia areata atau pelade.
Dikenal beberapa jenis alopecia areata:
1.    Alopecia liminaris atau alopecia marginalis : kegundulan di dahi dan di belakang kepala karena tekanan penggulung rambut logam,topi atau helm.
2.    Pressure alopecia : kegundulan terjadi akibat tekanan. Pada bayi terjadi di daerah belakang kepala dan leher karena tekanan bantal pada bagian-bagian tersebut.
3.    Ophiasis : suatu bentuk alopecia areata yang menjalar secara memanjang dengan melingkar-lingkar seperti ularKegundulan menurut pola laki-laki : suatu keadakan yang di turun temurunkan, danjuga dipengaruhi oleh factor endokrin. Jenis alopecia ini dijumpai pada laki-laki yang berusia lanjut. Kerontokan rambut menjelang umur 30 tahun di dahi dan puncak kepala, sehingga batas rambut lambat laun mundur. Jika ada rambut yang tertinggal biasanya rambut halus.
c.    Alopecia universalis atau alopecia areata maligna
          Pada kelainan ini terjadi kerontokan rambut yang meneluruh, sehingga semua rambut  di kulit kepala hilang(alopecia totalis). Jika disertai kerontokan rambut di wajah dan tubuh disebut alopecia universalis.
d.    ALOPECIA SEBORRHOICA
          Terjadi sebagai akibat seborrhoea kulit kepala. Kerontokan rambut terjadi secara menahun dan merata. Mulai  di daerah pelipis, lalu meliputi dahi dan puncak kepala,sehingga hanya di daerah belakang kepala dan diatas telinga tersisa rambut. Kadang-kadang seluruh kepala menjadi botak, namun ini hanya terjadi pada laki-laki. Pada perempuan alopecia seborrhoica tidak berakibat kbotakan, hanya berupa pengurangan lebatnya rambut. Kerontokan rambut pada seborrhoea terjadi karena senyawa-senyawa tertentu (skualen) dalam palit. Senyawa-senyawa ini berkhasiat depilatorik.
e.    Alopecia cicatrizata atau pseudopelade brocq
          Ini adalah kelainan yang jarang dijumpai. Folikel-folikel rambut meradang, kemudian menjadi jaringan parut yang tidak berambut lagi

8. Alergi
     Alergi adalah perubahan daya reaksi tubuh terhadap sesuatu zat pada kontak kemudian. reaksi alergi yang berlangsungdi kulit seringkali disebabkan oleh bahan cat rambut senyawa aniline(parafenilendiamina )dan paratoluendiamina). Pada reaksi alergi ringan hanya dijumpai rasa gatal, akan tetapi alergi dapat juga berwujud sebagai pembengkakan kulit, disertai dengan kemerahan, rasa gatal yang hebat, timbulnya bintik-bintik dan gelembung-gelembung, disusul dengan penglupasan kulit. Maka dari itu pelaksanaan tes temple(patch test) setiap kali sebelum melakukan pengecatan rambut adalah tindakan yang tidak boleh diabaikan.

By:@klara...
 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar